Rabu, 25 November 2020

Selamat Hari Guru Nasional 2020

 Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020


Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah (Ki Hadjar Dewantara)

25 November 2020, bertepatan pada hari Rabu dan hari ini guru merayakan hari kelahirannya.  Masa Pandemi Covid-19 membuat guru semakin kreatif dan inovatif.  Pembelajaran dibuat jarak jauh, hal ini tentu memacu guru mau tidak mau harus berkenalan lebih dekat dengan teknologi.  Teknologi janganlah kita jadikan sebagai penjagaan masa lalu. Artinya kita menggunakan teknologi hanya sebagai ajang komunikasi dan bernostalgia berselancar mencari kawan lama. Sisi lain kemajuan teknologi bisa kita manfaatkan untuk bidang pendidikan.  PJJ tidak terasa membosankan jika guru kreatif membuat konten dan video pembelajaran yang menarik diselingi praktik nyata di lapangan.

Guru, adalah suatu profesi mulia.  Guru mengukir jiwa dan mencetak karakter untuk masa depan bangsa. Guru tidak hanya mengajar dan memberi tugas.  Tugas mendidik juga menjadi peran penting.  Pepatah Jawa mengatakan guru iku digugu lan ditiru.  Semua perilaku dan tindak serta bicaranya menjadi sorotan dan panutan terutama anak didiknya.  Bagi anak usia dini, sosok guru amat melekat pada dirinya.  Gaya bicara, tampilan bahkan asesoris yang dipakai guru akan ditru olehnya.  Anak usia dini adalah peniru ulung.  Kita melihat ada sosok seorang anak yang menggunakan sepatu mamanya dengan hak sepatu yang tinggi dan tas di lengannya sambil berjalan menirukan jalannya seorang guru favoritnya.   Setelah itu dia akan memanggil teman-temannya yang berperan sebagai murid-muridnya. Mulailah dia berakting layaknya seorang guru yang sedang  mengajar di kelas . 

Belajar dari rumah menjadikan semua sebagai sumber ilmu.  Orang tua pun menjadi guru bagi putra putrinya saat belajar di rumah.  Orang tua selepas bekerja ada tanggung jawab lain yang menanti yakni mendampingi saat belajar.  Orang tua harus tahu dan membaca kembali pelajaran-pelajaran yang mungkin sudah hilang dari ingatan, atau bahkan mendapatkan pengetahuan baru yang dulu belum didapatkannya semasa sekolah.  Jadilah You Tube maupun Google menjadi sumber pencarian ilmu.  Generasi sekarang sudah sedemikian lekat dengan teknologi. 

Jadilah guru betulan bukan kebetulan menjadi guru.  Guru betulan, dia akan bersemangat dan memiliki dedikasi tinggi dalam mengajar.  Kompetensi dan kinerja harus ditingkatkan dengan pengembangan diri yang terus dilakukan.  Guru betulan memang berpendidikan sesuai akta mengajar dan dia memang benar-benar berniat untuk menjadi guru.

Kebetulan menjadi guru bisa jadi dia bukan berlatar belakang pendidikan, namun memiliki hati dan kemauan untuk menjadi pengajar.  Mengajar diawali dengan hati, tentu akan berbuah manis.  Keikhlasan akan terpancar dan rasa syukur atas segala yang diterima.  Penghasilan yang masih minim belum mencukupi kebutuhan keluarga tidak menjadikan surut dalam mendidik generasi bangsa. 

Rapatkan barisan maju bersama memajukan generasi bangsa menuju generasi emas 2045. Kita bekali mereka dengan sepenuh harapan dan impian menjadi generasi cerdas, berkarakter mulia dan kuat pondasi keimanannya.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar